Pengusaha Indonesia-Korea Fokus Tingkatkan Perdagangan dan Investasi

    Rabu, 08 Agustus 2018 | 09:48 wib

    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerjasama dengan Korea International Trade Association (KITA) menyelenggarakan focus group discussion mengenai Non Tariff Barrier

    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerjasama dengan Korea International Trade Association (KITA) menyelenggarakan focus group discussion mengenai Non Tariff Barrier yang difokuskan pada bidang invetasi, sertifikasi, logistik, Free Trade Agreement (FTA) dan bea cukai di ICE BSD City, Tangerang pada Senin, (6/8/2018).

    Wakil Ketua Umum Kadin Shinta W. Kamdani mengatakan, di luar persoalan tarif dan ditengah trend perdagangan internasional saat ini, kedua negara perlu untuk meningkatkan perdagangan dan investasi, serta mendorong sistem ekonomi yang terbuka.

    Nilai perdagangan kedua negara pada 2017 mencapai US$ 16,31 miliar, meningkat jika dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai US$ 13,68 miliar.

    Nilai investasi Korea di Indonesia juga meningkat dari US$ 1,06 miliar tahun 2016 menjadi US$ 2,2 miliar tahun 2017.

    Korea sendiri adalah mitra dagang terbesar ke-7 Indonesia, dengan neraca perdagangan yang cukup seimbang. Ini menunjukkan karakteristik perdagangan yang saling melengkapi diantara Indonesia dan Korea. Korea juga menempati peringkat ke-5 sebagai investor terbesar di Indonesia pada tahun 2017 dengan 3.274 proyek senilai US$ 2,2 miliar. Komitmen Korea untuk terus berinvestasi di Indonesia menjadikannya sebagai salah satu mitra ekonomi yang paling penting.

    Saat ini, kata Shinta, Indonesia berada di tengah-tengah revitalisasi industri yang memerlukan investasi yang membawa lebih banyak nilai tambah pada barang yang diperdagangkan. Peneyertaan modal dan peningkatan investasi diharapkan dapat menyediakan lebih banyak pekerjaan hingga menjadikan Indonesia menjadi bagian dari revolusi digital global. Dan untuk melakukan ini, Indonesia perlu bekerjasama dengan Korea.

    Seperti diketahui, Korea telah berhasil mengikuti tren manufaktur berteknologi tinggi dan industri kreatif dengan potensi nilai tambah yang sangat besar, sementara Indonesia masih bergantung pada komoditas dan industri dasar. Di sisi lain, tren perdagangan dunia telah berubah dimana ekonomi didorong oleh faktor ilmu pengetahuan dan inovasi yang bergantung pada penelitian dan teknologi.

    Selain dihadiri oleh para pelaku usaha Indonesia dari berbagai sektor seperti logistik, makanan, listrik, elektronik, e-commerce, ritel, dan otomotif, pertemuan itu juga turut dihadiri pihak perusahaan Korea di Indonesia seperti PT CJ Logistics Indonesia, PT Koin Bumi, Taihan Electric Wire, PT Hankook Tire Indonesia, PT KT&G Indonesia, Korindo Group, PT Indo Lotte Makmur, PT Samsung Electronics Indonesia dan PT International Total Servivice and Logistics (ITL).

    Selain Shinta W. Kamdani, pertemuan itu turut dihadiri pula oleh Ketua Komite Korea Kadin Jongkie Sugiarto, Chief Representative KITA Jakarta Center Daniel Kweon, Dirjen Kementerian Perindustrian Harjanto, perwakilan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Luar Negeri RI.

    Sumber : kadin-indonesia.or.id


    artikel ini telah dilihat sebanyak 136 kali
    Kadin Kabupaten/Kota
    • Sidoarjo web
    • Mojokerto
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Tuban
    • Lamongan
    • Madiun
    • Magetan
    • Ngawi
    • Ponorogo
    • Pacitan
    • Kediri
    • Nganjuk
    • Blitar
    • Tulungagung
    • Trenggalek
    • Malang web
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Lumajang
    • Bondowoso
    • Situbondo
    • Jember
    • Banyuwangi
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Bangkalan
    • Gresik
    • Kota Batu